Pers Realease : Batalkan Izin Lingkungan PLTU Indramayu 2 !

Pers Realease
Batalkan Izin Lingkungan PLTU Indramayu 2 !
Stop Proyek PLTU di Jawa Barat !

Dalam persidangan ini, warga korban yang tergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Indramayu (JAYATU) akan melakukan aksi di depan kantor PTUN Bandung. Sekitar 4 orang warga korban dari Desa Mekarasari, Patrol dan Tegal Teman Indramayu akan memberikan kesaksian yaitu Pak Ahmad yani, Mistra, Ajid dan Sukirman.

Pak Ahmad yani salah satu perwakilan petani yang bertinggal di desa Mekarsari menyampaikan, bahwa dengan adanya rencana pembangunan PLTU II di desa mekarsari, kami semua sebagai warga setempat menyanyangkan sekali karena kami tidak pernah merasa di beritahukan apalagi dilibatkan dalam rencana pemabngunan tersebut baik informasi dari kepala desa maupun dari pihak PLN, tiba-tiba kami mendengar akan ada pembangunan PLTU II dan di susul adanya pembebasan lahan garapan yang dilakukan oleh pihak PLN. Kami tahu rencana tersebut dari warga sendiri bukan dari pihak pemerintah desa, kecamatan atau pihak PLN sekalipun, selain itu selama puluhan tahun mengagarap sawah dan pertanian lainnya kami belum pernah merasakan kesulitan untuk mengolah tanah, selain itu kami jarang mengalami gagal panen dan mendapatkan hama yang begitu sulit di atasi, sekarang ketika ada PLTU I saja yang sudah beroperasi petani merasa kesulitan karena selain bertambah hama belum juga efeck pencemaran udara yang selalu mengganggu aktivitas warga sekitar.

Pak Mistra perwakilan dari nelayan pencari udang rebon, saat ini penghasilan yang di dapat dari hasil melaut ketika ada PLTU I di indramayu kami merasakan kesulitan padahal sebelumnya kami selalu mendapatkan hasil yang baik dalam satu sehari kami bisa mendapatkan sebanyak kurang lebih 75 Kg saat ini ketika kami melaut pendapatan kami kurang lebih hanya mendapat 15 Kg itupun di anggap sudah bagus karena terkadang kami sama sekali dalam satu hari tidak mendapatkan udang sama sekali.

Pak Ajid, Nelayan Ikan dari desa Ujung gebang menyampaikan bahwa saatb ini dampak yang disebabkan oleh adanya PLTU I mebuat bingung para nelayan yang ada di desa ujung gebang, salah satu dampak yang dikeluhkan nelayan tidak sedikit jaring-jaring nelayan rusak karena ada kapal-kapal besar yang memuat batubara untuk bahan bakar yang di perlukan PLTU I, jangkar-jangkar perahu besar sering kali merusak jaring yang di pasang Nelayan, selain itu nelayan pun harus menambah bahan bakar bensin perahu karena daerah tangkapannya semakin menjauh, daerah-daerah yang biasa menjadi tangkapan bagi para nelayan rusak karena Jeti dan perahu besar. Dampak yang lain para nelayan mengatakan bahwa pencemaran limbah cair ke laut menyebabkan ikan mati dan juga susah lagi untuk di cari, kemungkinan ikan-ikan semakin menjauh menghindari air panas dari libah cair yang di sebabkan oleh PLTU I.

Pak Sukirman warga petani dari desa Mekarsari mangatakan pada saat pembebasan lahan warga merasakan tidak adanya keterbukaan antara pihak PLN dengan para pemilik lahan atau para penggarap lahan, pada saat pembebasan warga langsung diminta untuk di jual lahan yang selama ini di garaf, terutama dalam penggantian tanaman banyak sekali hal-hal yang di duga penyelewengan yang mana uang yang sudah di sediakan PLN ke penggarafnya terdapat banyak uang yang tidak menerima secara utuh, hal ini sangat disayangkan kami semua bahwa pihak desa maupun pihak PLN kurang tepat dalam penggantiian tanaman maupun pembilan lahan yang akan di jadikan rencana pembangunan PLTU II

Pius Ginting dari peneliti AEER mengatakan Saya telah berkesempatan mengunjungi beberapa PLTU terkait dengan kegiatan saya sebagai aktivis lingkungan hidup. Kondisi kesehatan warga yang saya lihat di Desa Tegal Taman yang dekat dengan PLTU Batubara adalah salah satu keadaan buruk yang kerap dijumpai di komunitas yang tinggal dekat PLTU Batubara. Masyarskat mengeluhkan kondisi kesehatan anak anak mereka yang lebih buruk sejak PLTU Batubara Indramayu Jawa Barat beroperasi tahun 2009. Untuk tidak memperparah kondisi kesehatan ini, sebaiknya tidak ditambah PLTU Batubara di lokasi tersebut.

Lasma Natalia dari LBH Bandung sebagai salah satu kuasa hukum warga mengatakan bahwa dalam persidangan akan menghadirkan warga sebagai saksi fakta Yang menguatkan tentang kepentingan hukum Penggugat dan dampak dari PLTU baik dampak terhadap kesehatan, pekerjaan dan penghidupan warga

Wahyudin, Staf avokasi mengatakan bahwa proyek PLTU 2 Indramayu telah merugikan petani penggarap sawah, proses proyek PLTU Indramayu juga telah melanggar prosedur dan mekanisme izin lingkungan sebagaimana yang telah diatur dalam UU N0 32 Tahun 2009 tentang PPLH, PP 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dan Permen LH no 5 Tahun 2012 tentang usaha dan kegiatan yang wajib amdal. Pelanggaran lainnya adalah Izin lingkungan Hidup dikeluarkan diluar kewenangan Pemda Indramayu, izin lingkungan PLTU 2 Indramayu melanggar hukum. Salah satu pelaturan yang di atas mengatur juga terhadap bagaimana warga sekitar rencana kegiatan dipastikan dapat informasi hingga mampu melibatkan perwakilan warga sekitar khususnya warga yang akan terdampak.proses perijinan yang tidak transparan dan tidak adanya keterlibatan masyarakat sekitar jelas seakali hal tersebut sudah menyalahi pelaturan yang ada dan jika pun ada dokument serta ijinnya dikeluarkan maka dokument yang dimiliki tersebut tidak syah dan cacat hukum

JARINGAN TANPA ASAP INDRAMAYU (JATAYU)

Narahubung
Wanhyudin (Staf Advokasi Walhi Jawa Barat)/ 0812-1869-4471
Lasma Natalia ( Staff LBH Bandung ) 085263338585