WALHI Jabar

Fungsionaris WALHI Jawa Barat

Dadan Ramdan                                                ( Direktur Eksekutif )
Dwi Retnastuti                                                  ( Deputi Direktur )
Dody Alfajr                                                        (Pendidikan dan Kaderisasi )
Wahyu Widianto dan Wahyudin/Iwank                  (Advokasi dan Kampaye )
Meiki W Paendong dan Putri Rodiyatul                  (Humas dan Kesekretariatan )

WALHI adalah organisasi lingkungan hidup yang independen, non-profit dan terbesar di Indonesia. Di tingkat internasional, WALHI berkampanye melalui jaringan  Friends of The Earth International yang beranggotakan 71 organisasi akar rumput di 70 negara, 15 organisasi afiliasi, dan lebih dari 2 juta anggota individu dan pendukung di seluruh dunia.

WALHI Jawa Barat hadir di 9 Kabupaten/Kota dengan total 24 organisasi anggota dan  yang secara aktif berkampanye di tingkat lokal di Jawa Barat. Anggota-anggota WALHI Jawa Barat yaitu YPBB, MAPALA Argawilis STSI, FK3I Jawa Barat, Mapenta Unisba, HMTL Unpas, Pakuan, Poklan, LPTT, Katurnagari, Siklus Indramayu, Paguyuban Bale Rahayat, MPSA, Rekapala, ICSD, Swadaya Muda, PPMK SA, SPP, FPPMG, UKL Fapet Unpad, Himapikani Unpad, LKrapin, PSDK,Lencana dan MAPALA PALAMUS Subang.

Semenjak dibentuk 15 Oktober Tahun 1980, Selama 31 tahun perjuangan WALHI bersama kelompok masyarakat sipil lainnya telah:

  • menumbuhkan kesadaran lingkungan hidup dan mempromosikan kedaulatan rakyat dalam pengelolaan sumber-sumber kehidupan.
  • memelopori gerakan lingkungan hidup di Indonesia dan bagian dari gerakan lingkungan hidup global.
  • mengangkat masalah dari tingkat rakyat paling bawah sampai ke proses pembuatan kebijakan di tingkat lokal, regional dan nasional.
  • mendukung perjuangan puluhan kelompok masyarakat untuk menegaskan hak mereka atas lingkungan dan pengelolaan sumber-sumber kehidupan.
  • menjadi narasumber untuk persoalan lingkungan hidup di Indonesia bagi media, industri dan pembuat kebijakan dan pemerintah.

WALHI sadar kecenderungan kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem semakin masif dan kompleks baik di pedesaan dan perkotaan. Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka diakui mempengaruhi dinamika sosial politik dan sosial ekonomi masyarakat baik di tingkat komunitas, regional, maupun nasional.

Pada gilirannya krisis lingkungan hidup secara langsung mengancam kenyamanan, keselamatan  dan meningkatkan kerentanan kehidupan setiap warga negara. Kerusakan lingkungan hidup telah hadir di rumah-rumah kita, seperti kelangkaan air bersih, pencemaran air dan udara, banjir dan kekeringan, serta energi yang semakin mahal. Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan hidup kian sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling bertautan baik antarsektor, antaraktor, antarinstitusi, antarwilayah dan bahkan antarnegara.

Untuk menjamin keberlanjutan kehidupan generasi mendatang dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan meluas. Generasi mendatang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk itu generasi sekarang bertanggungjawab mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik. Untuk melakukan Kampanye penyelematan lingkungan, WALHI Jawa Barat di bantu oleh SAHABAT WALHI Jawa Barat adalah simpul atau sayap WALHI yang terintregrasi dalam kerja advokasi dan kampanye WALHI.

Nilai Perjuangan WALHI

Untuk melawan segala bentuk penindasan atas rakyat jelata dan sumber-sumber kehidupannya tersebut, WALHI setia pada nilai-nilai perjuangan WALHI yang disenaraikan sebagai berikut:

  1. Demokrasi : Seluruh rakyat harus terlibat dalam proses pengambilan keputusan apa pun yang akan berdampak bagi keberlanjutan kehidupan rakyat.
  2. Keadilan antar Generasi : Semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak atas lingkungan yang berkualitas dan sehat
  3. Keadilan gender : Semua orang berhak memperoleh kehidupan dan lingkungan hidup yang layak tanpa membedakan jenis kelamin, agama dan status sosial.
  4. Penghormatan Terhadap Mahluk Hidup: Semua mahluk hidup baik manusia maupun non manusia memiliki hak dihormati dan dihargai.
  5. Persamaan Hak Masyarakat Adat : Masyarakat adat di seluruh pelosok nusantara berhak menentukan nasibnya sendiri untuk berkembang sesuai kebudayaannya.
  6. Solidaritas sosial :Semua orang memilik hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang sama
  7. Anti Kekerasan : Negara dilarang melakukan kekerasan fisik dan non fisik kepada seluruh rakyat.
  8. Keterbukaan : Seluruh rakyat berhak atas semua informasi berkenaan dengan kebijakan dan program yang akan mempengaruhi kehidupannya.
  9. Keswadayaan :Semua pihak diharapkan mendukung keswadayaaan politik dan ekonomi masyarakat.
  10. Profesionalisme : Semua pihak hendaknya bekerja secara profesional, sepenuh hati, efektif, sistematik dan tetap mengembangkan semangat kolektivitas.

Visi

Terwujudnya gerakan rakyat yang mampu mempertahankan fungsi sumber- sumber kehidupan  dan keberlanjutan ekosistem di Jawa Barat

 Misi

  1. Walhi menjadi organisasi advokasi lingkungan berbasis masyarakat.
  2. Mendorong rakyat memiliki akses dan kontrol terhadap sumber2 kehidupan di Jawa Barat
  3. Memastikan adanya jaminan keselamatan dan pelestarian keanekaragaman hayati
  4. Mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat.

Moto : Pulihkan Ekologi Jawa Barat, Utamakan Keselamatan Rakyat

 Program Strategis

  1. Advokasi kebijakan untuk mendorong penyelamatan rakyat dan sumber-sumber kehidupan rakyat dan keberlanjutan keanekaragaman hayati
  2. Penggalangan sumber daya, pengorganisasian, pendidikan dan kampanye penyadaran lingkungan hidup terhadap rakyat di semua lapisan dan golongan.
  3. Penguatan model pengelolaan sumber kehidupan rakyat berbasis kearifan lokal.

 Sekretariat WALHI Jawa Barat

Jl. Cikutra Baru X No.5, Bandung .

e-mail : walhijabar@gmail.com

Staff Pengurus WALHI Jawa Barat :

Dadan Ramdan                                                          ( Direktur Eksekutif )
Dwi Retnastuti                                                           ( Deputi Direktur )
Dody Alfajr                                                                  (Pendidikan dan Kaderisasi )
Wahyu Widianto dan Wahyudin/Iwank                          (Advokasi dan Kampaye )
Meiki W Paendong dan Putri Rodiyatul                          (Humas dan Kesekretariatan )